Plus Minusnya Kesehatan Berbicara Di Meja Makan Tamu

meja makan

Di saat sekolah taman kanak-kanak kita sudah diajarkan bagaimana berlaku tertib termasuk bagaimana menjaga sikap ketika akan makan di meja makan, duduk tegap, tangan di lipat, tidak boleh bersuara ketika makan.

 

Ternyata pelajaran ini memang penting karena berkaitan dengan kesehatan kita.

 

Pun, sejak dahulu orang tua kita juga ikut mengajarkan adab makan yang baik dan benar. Makan dan minum sebaiknya tidak boleh sambil berdiri, termasuk saat kita sedang makan dan minum tidak boleh sambil berbicara apalagi sampai tertawa terbahak-bahak melebihi batas hingga makanan keluar dari mulut tentu tidak sopan.

 

Intinya saat kita makan dan minum harus di posisi duduk dan bersikap tenang.

Berbicara disaat makan khususnya saat di meja makan sebetulnya masih bisa ditoleransi selama tidak berlebihan dan tidak menghilangkan konsentrasi makan itu sendiri, menurut saya. 


Komunikasi Adalah Sifat Alami, Termasuk Di Depan Meja Makan


meja makan

Makan sudah menjadi sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Cara yang dilakukan orang untuk berinteraksi yang paling menonjol adalah dengan berkomunikasi verbal atau berbicara langsung.

Karena berbicara sudah menjadi kebutuhan hidup manusia maka seringkali orang sering lupa menempatkannya di situasi yang kurang tepat.

 

Seperti berbicara saat makan di meja makan bersama tamu resmi misalnya, tentu ini tidak disarankan kecuali ada hal yang benar-benar penting untuk dipertanyakan dan dijawab seperlunya saja.


Pentingnya Mengingat Kembali Menghentikan Kebiasaan Berbicara Saat Makan

 

Di agama saya, dilarang berkomunikasi atau dilarang berbicara saat makan sebetulnya tidak diatur sedemikian ketat, pun tidak ada riwayat yang shahih mengenai adab bicara saat sedang makan.

 

Karena dalam agama saya menilai positif  'ritual' makan bagi sebagian orang tujuannya adalah lebih kepada saling menghargai lawan bicara namun seperlunya saja. 

 

Tapi jika ditinjau dari segi kesehatan, berbicara saat makan dimanapun itu terlebih sedang menjamu tamu di meja makan sangat tidak disarankan. 

Tapi berbicara yang seperti apa, lanjut kita baca..

wikipedia

Secara fisik kita di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa hanya memiliki satu tenggorokan saja, dimana tenggorokan ini dilewati oleh udara pernafasan dan juga benda-benda seperti makanan dan minuman yang melewati tenggorokan ini.

 

Karena tenggorokan sifatnya hanya bisa menerima apa yang masuk dan keluar dari mulut maka jika kita sedang makan sambil berbicara efek negatifnya kita bisa tersedak dan sesak nafas, makanan akan menyumbat udara yang masuk dan udara yang akan keluar, disinilah proses kerja tenggorokan jadi terganggu.

 

Ibarat jalan jadi macet karena ada genangan air atau longsoran tanah kendaraan jadi tidak bisa bergerak. Akibatnya mobil yang di ibaratkan udara pernafasan ini tertahan tentu sangat berbahaya bagi pernafasan kita sendiri.

 

Akibat tidak tertibnya pergerakan makanan dan udara yang berada di tenggorokan tadi maka udara juga berkesempatan masuk ke lambung yang membuat kita jadi kembung, mual bahkan bisa memuntahkan kembali apa yang telah kita makan tadi.

 

Itulah mengapa kita disarankan untuk selalu ingat tidak berkomunikasi atau berbicara panjang lebar secara berlebihan saat makan dimanapun berada, terlebih bersama tamu atau orang yang kita hormati saat menjamunya di meja makan.

 

Adab Makan, Di Meja Makan Mulai Terlupakan?

 

Yang seringkali terlihat di masyarakat sekarang ini banyak dari mereka berbicara tidak ada bedanya saat berkomunikasi di luar jam makan terutama pembicaraan yang 'pepesan kosong' tanpa makna.

Yang seharusnya kita bisa merasakan dan menikmati makanan yang kita santap jadi pecah konsentrasi.

"Perasaan tadi habis makan, kok laper lagi ya?"

Awalnya si kenyang ya, tapi sekedar merasakan kenyang sambil ngobrol ngalur-ngidul, bukan kenyang yang benar-benar bisa di resapi hingga ke 'ubun-ubun' pemikiran.

Padahal otak dan indera perasa juga perlu diberi waktu dan kesempatan untuk bisa menikmati rasa pada makanan tersebut. 

 

Jika itu terpenuhi maka ritual makan bukan sekedar 'pokoknya' kenyang, tapi seharusnya juga mampu memenuhi kebutuhan seluruh tubuh lewat asupan, rasa nikmat lewat makanan yang kita makan tadi.


2 Alasan Mengapa Kita Harus Makan, Bersama Lawan Bicara Di Meja Makan

 

Kalau dalam hubungan bisnis kita mengenal istilah mentraktir atau meng-entertaint teman bisnis agar hal yang kita niatkan sebelumnya akan semakin lancar, atau bisa juga sebagai ucapan terimakasih kepadanya.

 

Yang kedua, kita makan mengajak teman karena memang memiliki satu tujuan, ingin makan karena sama-sama merasa lapar. 

 

Keduanya sama-sama berada di meja makan, yang satu memiliki makna terselubung, yang kedua memang berniat ingin makan.


Tips Dari Saya, Boleh Berkomunikasi Di Meja Makan, Tapi..


 

Coba deh kita perhatikan orang-orang besar atau orang penting baik di film-film atau berita saat mereka berada di depan meja makan, mereka benar tetap melakukan interaksi tapi tetap terkontrol.


Bukan sekedar menjaga 'image' atau jaim istilahnya anak zaman sekarang tapi mereka mengerti benar efek negatifnya jika sampai tersedak dan membuat kacau ritual makannya. 

 

"Ritual' nya makan para orang-orang seperti di atas sebtulnya bisa kita tiru, berbicara seperlunya untuk mencairkan suasana, menghangatkan suasana, menghormati tuan rumah, namun sekali lagi tidak perlu berlebihan.

 

Jika pembicaraan sampai berlebihan, lepas kontrol bisa-bisa masalah kesehatan seperti tersedak dan tersumbat makanan datang menghampiri. Tentu kejadian ini amat kita hindari, bukan?


Berbicara Saat Makan Di Depan Meja Makan Sih Boleh Saja, Asalkan.. 

 

meja makan

 

Disini saya tidak ingin berbicara serius terlalu panjang karena saya sendiri sadar berbicara itu tak perlu rumit dan diatur sedemikian rupa apalagi haus sampai berbayar seperti telp interlokal, hehe. 

 

Berkomunikasi atau berbicara memang sudah fitrahnya manusia, kebutuhannya manusia yang tidak bisa dihalangi.

 

Penutup (Baca yang Masih Penasaran Saat Makan Di Meja Makan Gimana Sebaiknya?)

 

Jadi kalau ditanya pesan yang ingin saya saya sampaikan disini adalah diawali dengan mencuci tangan sebeleum makan, berdoa,  tetap menjaga sikap 'manner' ketika berbicara di situasi apapun, terlebih di acara resmi di depan meja makan bersama orang lain maka berbicaralah seperlunya saja, cukup pada inti dan di jawab seperlunya dulu saja.

 

Jika ada pertanyaan berkelanjutan maka pembaca tinggal katakan saja: ".. maaf, nanti kita lanjutkan setelah kita makan, ya", ".. sebentar, ya, saya habiskan makanan ini dulu", saya rasa ini akan lebih baik tanpa harus menyinggung lawan bicara, dan mereka pastinya mengerti itu. 

 

Pesan saya, pandai-pandailah menepatkan sesuatu pada tempatnya termasuk adab soal makan demi menjaga kesehatan dan hubungan selanjutnya. Sekian dan terimakasih.

 

 

LihatTutupKomentar